SELAMAT DATANG DI MEDIA INFORMASINYA TELKOM PONTIANAK PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA,Tbk

Sabtu, 21 Februari 2009

Telkom Masih Senang Jualan Voice dan SMS

Jakarta - Saat hampir semua operator berpaling ke layanan broadband, Telkom masih senang jualan voice dan SMS. Walau demikian Telkom menargetkan pertumbuhan pelanggan baru Speedy 1,72 juta pelanggan pada 2009 ini.

Dikatakan Eddy Kurnia, Vice President Public and Marketing Communication PT Telkom, usai peluncuran FlexiConference di di Ruang Aula, lantai VIII, Gedung Telkom Divre III Jabar, Jalan Japati, Jumat (20/2/2009) sore. Telkom berani mematok pertumbuhan pelanggan yang tinggi pada tahun ini.

"Memang saat ini broadband yang menjadi penyumbang revenue terbesar bagi kami. Dan potensi pelanggan masih sangat besar," katanya.

Saat ini, tambah Eddy, belanja rata-rata pelanggan Flexi hanya Rp 40 ribu per bulan. Jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan dengan Speedy yang rata-ratabelanja pelanggan mencapai Rp 270 ribu per bulan. Total pelanggan Speedy pada akhir tahun lalu mencapai 1,1 juta.

Di tempat yang sama, Direktur Kostumer PT Telkom I Nyoman G Wiryana mengatakan pada saat ini Telkom melihat layanan broadband menjadi bisnis masa depan operator telekomunikasi.

Dia menjelaskan meskipun demikian, pendapatan utama saat ini masih berasal dari layanan berbasis suara, namun gejala peningkatan pendapatan internet sudah tampak terlihat.

"Faktanya pendapatan terbesar kami masih dari voice, khususnya layanan suara Flexi. Namun kami sepakat nanti akan beralih ke data, sehingga kami antisipasi itu melalui layanan Speedy," katanya.
( afz / fyk ) (detikinetinet)

Telkom Ramaikan Pemilu dengan FlexiConference


Jakarta - Momen pemilu menjadi pasar yang potensial bagi operator telekomunikasi. Telkom sebagai operator plat merah juga tak mau ketinggalan hajat demokrasi terbesar di republik ini. Layanan SMS broadband sampai 1.000 nomor bisa menjadi pilihan bagi caleg atau parpol untuk SMS kampanye.

FlexiConference adalah layanan terbaru dari Telkom Flexi untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi dalam cakupan yang lebih luas. Dengan FlexiConference, pelanggan dapat melakukan percakapan konferensi dan pengiriman SMS secara massal.

"FlexiConference memungkinkan pelanggan untuk melakukan panggilan konferensi hingga 200 nomor dalam satu conference room. Kita sanggup sampai 960 conference room dalam satu waktu," ujar Direktur Konsumer PT Telkom, I Nyoman G Wiryanata saat peresmian FlexiConference di Ruang Aula, Gedung Telkom lantai, Jalan Japati, Jumat (20/2/2009) sore.

Senada dengan Nyoman, menurut Eddy Kurnia, Vice President Public and Marketing Communication PT Telkom, parpol dapat memanfaatkan FlexiConference untuk berkomunikasi dengan kader atau konstituennya dengan tarif yang murah.

"Parpol ataupun caleg dapat mengirimkan SMS ke 1.000 nomor yang telah terdaftar. Ini bisa dimanfaatkan untuk SMS kampanye oleh para parpol," kata Eddy.

Dengan bertambahnya layanan yang ditawarkan, Eddy berharap Flexi semakin
diminati oleh masyarakat. Perbaikan dan penambahan infrastruktur pun terus
dilakukan.

"Kita akan menambah 300 BTS sehingga BTS yang kita miliki menjadi 3.500 BTS. Kita akan terus perluas cakupan Flexi," paparnya.

Hingga akhir tahun 2008, Flexi telah menjangkau 320 kota dan 13,5 juta pelanggan per Januari 2009. ( afz / fyk )

Rabu, 26 November 2008

PROGRAM "CO BRANDING" TELKOM PONTIANAK

Tarif telekomunikasi saat ini sudah sangat terjangkau, hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi masyarakat, namun sayangnya dengan murahnya tarif telekomunikasi saat ini masyarakat masih dihadapkan pada permasalahan dengan masih tingginya harga sebuah perangkat komunikasi seperti Handphone. menjawab hal tersebut PT. Telekomunikasi Indonesia melalui Kantor Daerah Pelayanan Telekomunikasi (KANDATEL) Kalimantan Barat, melakukan program kerja sama kemitraan (CO BRANDING) dalam memasarkan salah satu produk andalan TELKOM yaitu HandPhone FLEXI (FLEXIPhone). Pada tahap awal program tersebut PT. Telkom telah berhasil melakukan perjanjian kerjasama pemasaran FLEXIPhone dengan tiga perusahaan besar berskala nasiona.

Kerjasama yang telah berhasil dijalin yakni antara PT. TELKOM dengan Matahari Putra Prima sebagai pemilik brand Matahari Dept Store, PT. Ramayana Lestari Sentosa,Tbk selaku pemilik jaringan retail Ramayana Dept Store. Selain kedua perusahaan ritail nasional tersebut perjanjian kerjasama pemasaran juga berhasil dilakukan dengan PT. Gramedia Putaka Utama sebagai pemilik Toko buku Gramedia.

Bentuk kerjasama yang terjalin yaitu dimana masyarakat yang melakukan pembelanjaan pada merchant matahari dept store, ramayana dept store dan toko buku gramedia dengan batas minimum yang telah ditentukan, maka konsumen berhak mendapatkan sebuah kupon yang dapat digunakan untuk membeli handphone Flexi dengan harga khusus.

Handphone Flexi yang disediakan dalam program ini merupakan handphone keluaran terbaru dengan merk NEXIAN seri 980. Handphone Flexi tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas 65k Colour LCD, FM Radio dan masih banyak fasilitas lainnya yang akan memanjakan penggunanya.
Harga nirmal untuk memiliki sebuah NEXIAN 980 yaitu sebesar Rp 330.000,- namun jika masyarakat membelinya melalui program kemitraan ini maka harga spesial yaitu Rp. 249.000,-.

Melihat antusiasnya masyarakat yang ingin memiliki FLEXIPhone ini melalui program kemitraan, maka PT. TELKOM KANDATEL Kalimantan Barat kemudian juga melakukan program yang sama di berbagai daerah di Kalimantan Barat. Melalui kantor cabang yang tersebar di seluruh ibukota kabupaten di Kalimantan Barat, PT. TELKOM juga memberikan penawaran menarik dimana masyarakat dapat memiliki FLEXIPhone berbagai merek dan tipe hanya seharga Rp. 175.000,- hanya dengan berbelanja pada mitra yang telah ditunjuk di masing-masing daerah.

Diharapkan kerjasama ini nantinya akan memberikan nilai lebih kepada masayarakat, PT. Telekomunikasi Indonesia berjanji akan terus menambah jumlah mitra untuk bergabung dalam program ini. Sehingga masyarakat akan terbantu dan pemerataan telekomunikasi di Kalimantan Barat akan segera terealisasi. PT. Telekomunikasi Indonesia juga berjanji akan terus melakukan penigkatan kualitas layanan terhadap seluruh produknya kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat menikmati hematnya berkomunikasi dengan harga yang terjangkau baik dari sisi tarif maupun perangkatnya dan juga dengan kualitas yang sangat baik.

Telkom Bangun Fastel di Perbatasan India-Thailand

Jakarta - Telkom kembali membangun fasilitas telekomunikasi di pulau terpencil yang berbatasan dengan negara tetangga. Salah satunya Pulau Rondo di Samudera Hindia yang berbatasan langsung dengan negara India dan Thailand.

Pulau yang berjarak sekitar 20 mil laut dari Sabang, Aceh, itu, kini telah dilengkapi fasilitas telekomunikasi yang terdiri dari layanan telepon, faksimili dan internet. Fastel ini seluruhnya menggunakan teknologi jaringan nirkabel yang biasa dipakai Flexi.

Pengoperasian fastel ini diuji coba langsung untuk pertama kalinya oleh Danlantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI Arie Sembiring, yang ditandai dengan pembicaraan jarak jauh antara Mako Lantamal Belawan dengan Pos Marinir Pulau Rondo dan Pulau Berhala.

EGM Telkom Divre I Sumatra, Muhammad Awaluddin menyebutkan, pembangunan Fastel Merah Putih di Pulau Rondo merupakan bukti kecintaan Telkom untuk ikut menjaga keutuhan wilayah NKRI dengan melengkapi pulau-pulau terluar yang rawan konflik dengan fasilitas telekomunikasi.

"Kami harapkan ke depannya bisa membangun fasilitas yang sama di pulau-pulau terpencil dan terluar lainnya," ujarnya melalui surat elektronik yang diterima detikINET, Rabu (26/11/2008).

Ditentang Dealer

Sementara itu di lain kesempatan, rencana Telkom yang ingin memberangkatkan para distributor resmi atau authorized dealer produknya ke Turki, justru mendapat tentangan.

"Ini bertentangan dengan spirit nasionalisme karena memboroskan devisa negara," kecam Sutikno Teguh, salah satu distributor resmi kartu prabayar Telkom.

Direktur PT Emslanindo Pratista Mahardika ini pun mengaku telah menyurati petinggi negara untuk meminta agar agenda Gathering Authorized Dealer itu dibatalkan. Namun nampaknya, permintaan Teguh telah diabaikan.

"Sayang sekali Telkom tidak memiliki sense of crisis. Di saat krisis ekonomi seperti ini, Telkom seharusnya mendukung kampanye Visit Indonesia Year 2008 dengan lebih memilih lokasi Indonesia yang belum dikunjungi," gundah Teguh.

Menanggapi hal ini, Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, menyatakan agenda keberangkatan yang dibawahi oleh divisi Consumer Market Telkom ini baru sekadar wacana.

"Kalau pun jadi berangkat, ini tujuannya hanya sekadar untuk meretensi para dealer yang telah membantu kami memasarkan produk," pungkas Eddy. Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Selasa, 11 November 2008

F-Kios diluncurkan, siapa pun bisa jadi agen Flexi


Bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan, 10 November 2008, Telkom meluncurkan F-Kios, dengan wilayah Divre III Jabar-Banten sebagai pilot project hingga awal tahun 2009 nanti. Dalam acara yang digelar di The Kartipah Wedding Guest and Wedding House, Jl. Juanda Bandung ini, turut hadir VP Sales Tri Djatmiko yang mewakili Dirkon I Nyoman G Wiryanata, EGM Divre III Walden R. Bakara, Deputy EGM DFWN, Judi Achmadi, DEGM Divre III Achmad Sugiarto beserta jajaran masing-masing, dan tentu saja para mitra AD, sub dealer, dan para mitra outlet Flexi. Menariknya, dalam kesempatan tersebut keempat VIP dan para pengisi acara mengenakan kostum ala pejuang kemerdekaan.

Judi Achmadi menjelaskan singkat bahwa dengan diluncurkannya F-Kios ini kini para AD tidak perlu lagi mengeluarkan investasi untuk server pulsa elektronik, karena kini Telkom telah menyediakan server sendiri yang tentu saja tidak bercampur dengan operator lain. Untuk memiliki F Kios pun sangat mudah karena hanya harus memiliki HP CDMA plus nomor Flexi dan cara mengaksesnya bisa melalui saluuran internet termurah sekalipun seperti Speedy Prepaid yang baru saja diluncurkan. Judi mengungkapkan bahwa untuk tiga bulan pertama ini, wilayah Divre III akan menjadi pilot project implementasi F-Kios dan ditargetkan layanan baru ini akan diluncurkan secara nasional pada bulan Februari 2009.

EGM Divre III, Walden R. Bakara sebagai tuan rumah pilot project F-Kios memaparkan bahwa F-Kios merupakan salah satu wujud nyata Telkom untuk menambah peluang kerja masyarakat. Siapa pun kini bisa mendapat penghasilan melalui F-Kios dengan sangat mudah dan semua akan dilayani. Walden juga emnambahkan bahwa Speedy Prepaid yang telah digelar di setiap titik di tanah air juga membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat baik langsung atau tidak langsung. Dengan F-Kios ini AD punya kesempatan lebih baik untuk mengembangkan subdealer dan reseller-nya.

Sementara VP Sales, Tri Djatmiko dalam sambutannya menyampaikan harapan agar para AD dan reseller dapat lebih mendapat value dari bisnis Flexi melalui distribusi F-Kios ini. Solusi win-win antara Telkom dengan mitra adalah satu hal yang menjadi goal dari F-Kios. Tri juga mengungkapkan bahwa sampai dengan saat ini Flexi sudah memiliki 10, 7 juta pelanggan dan tentu akan terus meningkat, terutama dengan diluncurkannya F-Kios yang akan memberikan value lebih baik bagi mitra AD maupun pelanggan.

Dengan 13 AD yang men-support area Jabar-Banten saat ini, dalam waktu 2 bulan ke depan ditargetkan telah berdiri minimal 100 F-Kios. Disinggung mengenai kualitas Flexi yang dirasa makin menurun akhir-akhir ini, Walden menegaskan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan DFWN tengah melakukan pembenahan di samping terus menambah jumlah BTS dan repeater di area-area padat. Walden menambahkan, Divre III mentargetkan jumlah pelanggan Flexi akan mampu melampaui kompetitor pada Triwulan I 2009. *(ns)