SELAMAT DATANG DI MEDIA INFORMASINYA TELKOM PONTIANAK PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA,Tbk

Selasa, 10 Maret 2009

Kampanye Go Green, Telkom Anjurkan Bersepeda ke Kantor


Bandung - Ikut mengkampanyekan 'go green', Telkom anjurkan karyawannya bersepeda ke kantor tiap hari Jumat. Tak tanggung-tanggung hal tersebut akan dijadikan sebagai budaya kerja di lingkungan Telkom.

Dalam kegiatan ulang tahun Serikat Karyawan (Sekar) PT Telkom ke-9 di Bandung, program 'Telkom Bike to Work' dicanangkan. Dalam rilis yang diterima, Ketua Umum Sekar Telkom Wartono Purwanto menjelaskan Sekar Telkom mendukung kegiatan bersepeda tersebut.

"Selain mempererat ikatan persaudaraan antarkaryawan juga sangat baik untuk menjaga kebugaran. Sehingga produktivitas karyawan tetap terjaga. Namun yang lebih penting, melalui kegiatan bersepeda ini kami ingin menunjukan bahwa naik sepeda ke kantor bisa dilakukan," kata Ipung, demikian Wartono akrab dipanggil, Jumat (6/3/2009) sore.

Pencanangan Telkom Bike to Work ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Keselamatan bumi dan kelestarian lingkungan sudah sejak lama menjadi perhatian kami, selain bersepeda untuk mengurangi polusi. Tak hanya itu, Sekar juga secara teratur melakukan kegiatan penghijauan dan mewajibkan anggotanya melakukan 3R atau reuse, reduce dan recyle," tambah Wartono.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, Direktur Konsumer I Nyoman G Wiryanata, Ketua Umum DPP Sekar Wartono Purwanto, Telkom Cycling Community, Karyawan Telkom Group, mitra kerja, Komunitas Bike to Work dan masyarakat umum turut memeriahkan acara sepeda santai. Bersama dengan 200 orang bikers, Rinaldi akan menganjurkan penggunaan sepeda untuk pergi ke kantor bagi karyawan yang memungkinkan.

"Kegiatan hari ini memang baru pencanangan. Diharapkan komunitas bersepeda ini terus bertambah. Rencananya setiap Jumat, karyawan Telkom yang memungkinkan dianjurkan naik sepeda ke kantornya masing-masing," ujar Rinaldi. (detikinet)

Ultah, Sekar Telkom Gelar Donor Darah di 51 Kota

Jakarta - Memperingati ulang tahunnya yang ke-9, Serikat Pekerja (Sekar) Telkom menggelar donor darah serentak di 51 kota. Tak tanggung-tanggung, sekitar 9 ribu labu darah terkumpul dalam acara tersebut.

Ditemui saat melakukan donor darah di Gedung Telkom, Jalan Japati No 1, Bandung, Direktur Compliance & Risk Management (CRM) Telkom, Prasetio mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Telkom. Namun untuk dilaksanakan secara serentak dan dalam jumlah yang banyak baru kali ini.

"Kita ingin ini (donor darah-red) menjadi bagian dari gaya hidup karyawan kami. Bahwa kegiatan sosial bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Jadi bukan hanya bisnis saja yang dilakukan tapi juga kegiatan sosial kemasyarakatan," papar Pras, demikian Prasetio akrab dipanggil.

Selain serentak dan terbanyak, kegiatan donor darah kali ini juga memperkenalkan aplikasi baru yang diberi nama Sidora (sistem donor darah). Aplikasi karya Sekar Telkom ini akan mencatat administrasi kegiatan donor darah. Mulai dari data pendonor hingga nomor antrean.

Ditemui di lokasi yang sama, Ketua Umum Sekar Telkom, Wartono Purwanto mengatakan aplikasi yang dipergunakan sebenarnya aplikasi yang mudah. Sehingga bisa diterapkan pada PMI dimana saja.

"Aplikasinya mudah dan tidak ribet. Dengan diterapkan di PMI dimana saja maka kita akan mendapatkan database yang terintegrasi. Jadi kita bisa melihat posisi stok darah tertentu," ujarnya.

Senada dengan dua orang tersebut, Ketua Umum PMI Mar'ie Muhammad mengatakan bahwa selama ini pihaknya telah menerapkan hanya saja masih dilakukan secara konvensional yakni pencatatan secara manual.

"Kita sudah lakukan itu tapi masih konvensional," ujar Mantan Menteri Keuangan ini. Dalam kegiatan tersebut terkumpul 1.000 labu darah dari para pendonor. Dan distribusi darah tersebut untuk Kota Bandung hanya 40 persennya saja atau 400
labu darah. Sisanya didistribusi di daerah lain di Jabar.

Para pendonor bukan hanya dari karyawan Telkom saja tapi juga dari mitra Telkom, Pemda, serta masyarakat setempat. Hadir pula dalam acara tersebut perwakilan dari Lemhanas. (detikinet)

Sabtu, 07 Maret 2009

Telkom Masih Berhitung Keluarkan Paket Baru Speedy


Jakarta - PT Telkom dikabarkan tengah sibuk menggodok paket baru unlimited untuk layanan internet Speedy. Tak mengelak dan tak pula mengiyakan, pihak Telkom hanya mengatakan masih melakukan simulasi.

VP Public & Marketing Communication PT Telkom, Eddy Kurnia mengatakan, banyak faktor yang harus digodok sebelum menelurkan sebuah paket layanan baru.

Terkait paket layanan baru Speedy, dijelaskan Eddy, Telkom saat ini masih sebatas melakukan hitung-hitungannya. Mulai dari untung rugi hingga kemampuan kapasitas jaringan miliknya.

"Itu masih harus dicek, tapi sudah ada pemikiran untuk terus berinovasi, karena pasar kan dinamis dan cepat bergerak," tukasnya, Selasa (3/3/2009). Namun, pungkasnya, Telkom belum bisa mengemukakan rencana tersebut lebih jauh karena masih harus dicek.

Meski demikian, adanya rencana Telkom membuat paket tarif Speedy berdasarkan kapasitas bandwidth. Paket yang akan ditawarkan itu rumornya akan mirip dengan paket Telkomsel Flash, artinya semakin mahal rupiah yang dibayarkan maka semakin besar Kbps (atau Mbps) yang ditawarkan. (detikinet)

Sabtu, 21 Februari 2009

TELKOM Luncurkan Paket Tagihan Tetap Telepon Rumah


Kamis (12/2). Bertempat di VIP Lounge, Grha Citra Caraka Jakarta telah dilaksanakan launching Paket Tagihan Tetap Telepon Rumah. Hadir pada acara ini Direktur Utama, Rinaldi Firmansyah dan Direktur Konsumer, I Nyoman G Wiryanata. Pada kesempatan itu Rinaldi Firmansyah berharap melalui paket ini, masyarakat dapat kembali menggunakan telepon rumah untuk berkomunikasi.
Lebih lanjut Rinaldi Firmansyah mengatakan bahwa Paket Tagihan Tetap Telepon Rumah ini merupakan wujud perusahaan dalam memberikan kepuasan bagi pelanggan. “Kalau selama ini tagihan telepon rumah bervariasi, kini pelanggan bisa menikmati tagihan tetap, dengan memakai telepon runmah sepuasnya”, kata beliau.
Selain itu, Rinaldi berharap melalui pricing baru ini dapat memberikan manfaat bagi pelanggan dalam melakukan percakapan telepon rumah, sehingga lebih sering dan lebih lama, dengan biaya yang lebih efisien. Menurut beliau, ini merupakan salah satu alternaif baru bagi para pelanggan guna berkomunikasi menggunakan telepon rumah.
Pada kesempatan yang sama, VP Public & Marketing Communication, Eddy Kurnia mengatakan bahwa Paket Tagihan Tetap ini merupakan bagian dari program revitalisasi telepon rumah. Beliau berharap melalui paket ini biaya percakapan bulanan dapat lebih hemat, bebas abodemen dan lebih pasti. “Pelanggan kini dapat memaksimalkan penggunaan telepon rumahnya untuk berbagai keperluan”, ujar beliau. ***dip

Kampanye lewat sms tetap memperhatikan hak-hak pelanggan

Telkom menyambut baik terbitnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 11/PER/M. Kominfo/2/2009 tentang Pemilihan Umum Melalui Jasa Telekomunikasi. Permen tersebut akan menjadi pedoman Telkom dalam melayani peserta Pemilu yang akan memanfaatkan Jasa Telekomunikasi Telkom untuk kegiatan kampanye.

Pada prinsipnya layanan Telkom dapat dimanfaatkan sebagai media untuk kegiatan kampanye, sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Melalui layanan Telkom Flexi, Telkom membuka diri kepada setiap parpol, caleg dan capers/cawapres untuk berkampanye melalui SMS, tetapi di sisi lain Telkom juga menjaga hak-hak pelanggan, khususnya yang berkenaan dengan privacy. Mengacu pada UU No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, maka Telkom dalam menyediakan layanan SMS sebagai media kampanye akan menjaga kerahasiaan data konsumen pengguna, sehingga SMS hanya diterima oleh para simpatisan yang terdaftar saja.

Dalam penyelenggaraan layanan SMS sebagai media kampanye Telkom lebih mem-prioritaskan layanan SMS yang memerlukan proses registrasi apabila berkeinginan mendapatkan informasi (kampanye), dan unregister apabila ingin berhenti berlangganan.

Selain berbentuk berbentuk SMS, tersedia juga layanan pesan multimedia (MMS), layanan pesan premium, nada dering (ring tone), nada dering balik (ring back tone) dan nilai tambah telepon/multimedia.

Pola kerjasama penyediaan layanan SMS sebagai media kampanye sebaiknya dilakukan oleh operator/penyelenggara jasa telekomunikasi dengan Content Provider (CP) secara Business to Business (B2B), dengan catatan hal itu tidak merugikan pelanggan.